Thursday, 30 June 2016

RAJA SEGALA PENGLIHATAN MATA

Mata zahir itu mlihat dengan cahaya,
Mata batin itu melihat dengan Nur,
Mata qalbi itu melihat dengan Nur BasirahNya.
Dimana ianya adalah kemuncak dari segala mata, segala
Pandangan, dimana tidak lagi terhijab dek 1 pun RahsiaNya, di langit atau dibumi, yang terlihat dan tidak terlihat, maka ketika itu terbentang lah ia di dalam kota tauhid atau di dataran la LA ILAHA ILLALLAH.
.
“Dan ALLAH lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya”
(QS. Qoof: 16).


Mengapakah ada yang tidak dapat melihatNya?

Posted by Panglima Pangeran Cakrabuana

Sunday, 26 June 2016

MAARIFATULLAH

Ada guru yg mnyampaikan ilmu Maarifat dengan kelebihan Allah yg diKudrahkan mlalui tulisan2 mereka di dlm kitab-kitab karangan nya.
.
Ada guru yg mnyampaikan ilmu Maarifat dengan kelebihan Allah yg diKudrahkan melalui Ceramah-ceramah.
.
Jadi sy diKudrahkan Allah utk mnyampaikan ilmu maarifat ini melalui persilatan dan ilmu kebatinan, kerohanian.
.
Cara guru-guru tampak zahirnya berbeza, tetapi hakikat matlamatnya adalah 1,
iaitu MgEsakan Allah.
.
Ilmu Bathil ini mmg mudah dpelajari jika nk dbandingkn dgn ilmu Haq, tdk prlu beramal yg susah, tetapi hasil ilmu konon nya dpt dizahirkan, dgn mcm2 kehebatan. Ramai yg tertarik dgn ilmu ini kerana ianya MUDAH, dan kononNYA mjadi.
.
Ilmu Haq ini jarang blh diuji utk dipertontonkan umum, slalunya ilmu ini hanya mnjadi semasa darurat sja. TETAPI
Sy selalu berdoa kpd Allah, moga Allah mgizinkan murid2 yg sy ijazahkan ilmu itu diberikan sedikit pglihatan basirahNya utk melihat Pnzahiran ilmuNya. moga dgn keizinan ini dpt mmudahkan lg utk sy mnyampaikan ilmu maarifat. biasa lah, lumrah manusia kbykkan yg ainul yakin. bila nampak "bukti" baru lah nk percaya, kan.
.
Alhamdulillah stakat ini Allah mgizinkan.. jd tugas guru pula utk membimbing murid agar murid tidak terpesong dri landasan maarifatullah..
harapan sy kpd murid smua, pabila terima ijazah sbrg ilmu cukuplah kalian tahu apa jenis ilmu itu, apa kelebihan ilmu itu. kemudian letakkan lah segala kelebihan itu d tempat yg paling bawah skali. dan letakkan lah tujuan mndapatkan KEREDHAAN-NYA pd tempat yg TERATAS skali. ALLAH, ALLAH, ALLAH..
.
JIKA ingin blajar ilmu segera maaf disini bukan tmpatnya,
JIKA ingin bljar ilmu yg confirm jadi, maaf disini bukan tempatnya.
JIKA ingin blajar ilmu utk mjadi Hebat, maaf disini buka tempatnya.
JIKA ingin mncari guru yg hebat, maaf sy bukan orgnya, sy hamba Allah yg "kosong".
.
JIKA ingin blajar utk mjadi hamba yg lebih baik, yg ingin mngenal diri, yg ingin mngenal Allah, inshaa Allah dgn Kudrah dan IradahNya juga sy akn membimbing anda dgn Sifat Ilmu Nya, dgn sifat Kalam Nya, dgn sifat Sama' Nya, Basar Nya.
inshaa Allahu taala..



Posted by Panglima Pangeran Cakrabuana

Saturday, 25 June 2016

BILA AKU CERITAKAN NESCAYA HALAL DARAHKU

Assalamualaikum wbt...

Sangatlah sulit pabila menjelaskan hakikat dan makrifat kpd orang2 yg mpelajari agama hnya pada
tataran Syariat saja, mnghafal ayat-ayat Al-Qur’an & Hadis akan tetapi tk mmiliki ruh drpd Al-Qur’an itu sendiri. Padahal hakikat dari Al-Qur’an itu adalah Nur Allah yang tidak berhuruf dan tidak bersuara, dgn Nur itulah Rasulullah SAW memperoleh pengetahuan yang luar biasa dari Allah SWT.

Hafalan tetap lah hafalan dan itu tersimpan di otak yang dimensinya rendah tidak akan mampu
menjangkau hakikat Allah, otak itu baharu sedangkan Allah itu adalah Qadim sudah pasti Baharu tidak akan sampai kepada Qadim. Kalau anda cuma belajar dari dalil dan mengharapkan ianya blh sampai kehadirat Allah dengan dalil yang anda miliki maka saya memberikan jaminan kepada anda: PASTI anda tidak akan sampai kehadirat-Nya.

Ketika anda tidak sampai kehadirat-Nya sudah pasti anda sangat hairan dengan ucapan orang-orang
yang sudah bermakrifat, blh berjumpa dengan Malaikat, berjumpa dengan Rasulullah SAW dan melihat Allah SWT, dan anda menganggap itu sebuah kebohongan dan sudah pasti anda mengumpulkan lagi puluhan bahkan ratusan dalil untuk membantah ucapan para ahli makrifat tersebut dengan dalil yang menurut anda sudah benar, padahal kadangkala dalil yang anda berikan justru sangat mendukung ucapan para Ahli Makrifat cuma sayangnya matahati anda dihijabkan oleh hawa nafsu, dalam Al-Qur’an disebut Qatamallahu ‘ala Qukubihum (Tertutup mata hati mereka) itulah hijab yang menghalangi anda menuju Tuhan.

Rasulullah SAW menggambarkan Ilmu hakikat dan makrifat itu sebagai “Haiatul Maknun” artinya
“Perhiasan yang sangat indah”. Sebagaimana hadis yang dibawakan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda :

“Sesungguhnya sebagian ilmu itu ada yang diumpamakan seperti perhiasan yang indah dan selalu tersimpan
yang tidak ada seoranpun mengetahui kecuali para Ulama Allah. Ketika mereka menerangkannya maka tidak ada yang mengingkari kecuali orang-orang yang selalu lupa (tidak berzikir kepada Allah)” (H.R. Abu Abdir Rahman As-Salamy)

Di dalam hadis ini jelas ditegaskan menurut kata Nabi bahwa ada sebagian ilmu yang tidak diketahui
oleh siapapun kecuali para Ulama Allah yakni Ulama yang selalu Zikir kepada Allah. Ilmu tersebut sgt indah laksana perhiasan dan tersimpan rapi yakni ilmu Thariqat yang didalamnya terdapat amalan-amalan seperti Ilmu Latahif dan lain-lain.

Masih ingat kita cerita nabi Musa dengan nabi Khidir yang pada akhir perjumpaan mereka membangun sebuah rumah untuk anak yatim piatu untuk menjaga harta berupa emas yang tersimpan
dalam rumah, kalau rumah tersebut dibiarkan akn mbruk maka emasnya akan dicuri oleh perompak, harta tersebut tidak lain adalah ilmu hakikat dan makrifat yang sangat tinggi nilainya dan rumah yang dimaksud adalah ilmu syariat yang harus tetap dijaga untuk membentengi agar tidak jatuh ketangan yang tidak berhak.

Semakin tegas lagi pengertian di atas dengan adanya hadis nabi yang diriwayatkan dari Abu Hurairah
sebagai berikut :

“Aku telah hafal dari Rasulillah dua macam ilmu, pertama ialah ilmu yang aku dianjurkan untuk menyebarluaskan kepada sekalian manusia yaitu Ilmu Syariat. Dan yang kedua ialah ilmu yang aku
tidak diperintahkan untuk menyebarluaskan kepada manusia yaitu Ilmu yang seperti “Hai’atil Maknun”. Maka apabila ilmu ini aku sebarluaskan niscaya engkau sekalian memotong leherku (engkau menghalalkan darahku). (HR. Thabrani)

Hadis di atas sangat jelas jadi tidak perlu diuraikan lagi, dengan demikian barulah kita sadar
kenapa banyak orang yang tidak senang dengan Ilmu Maarifat? Karena ilmu itu memang amat rahasia, sahabat nabi saja tidak diizinkan untuk disampaikan secara umum, karena ilmu itu harus diturunkan dan mendapat izin dari Nabi, dari nabi izin itu diteruskan kepada Khalifah nya terus kepada para Aulia Allah sampai saat sekarang ini.

Jika ilmu Hai’atil Maknun itu disebarkan kepada orang yang belum berbaiah zikir atau “disucikan”
sebagaimana telah firmankan dalam Al-Qur’an surat Al-‘Ala, orang-orang yang cuma Ahli Syariat semata-mata, maka sudah barang tentu akan timbul anggapan bahwa ilmu jenis kedua ini yakni Ilmu Thariqat, Hakikat dan Ma’rifat adalah Bid’ah dlolalah.

Dan mereka ini mempunyai I’tikqat bahwa ilmu yang kedua tersebut jelas diingkari oleh syara’.
Padahal tidak demikian, bahwa hakikat ilmu yang kedua itu tadi justru merupakan intisari daripada ilmu yang pertama, ertinya ilmu Thariqat itu intisari dari Ilmu Syari’at.

Oleh kerana itu jika anda ingin mengerti Thariqat, Hakikat dan Ma’rifat secara mendalam maka
sebaiknya anda berbai’ah saja terlebih dahulu dengan Guru Mursyid (Khalifah) yang ahli dan diberi izin dengan taslim dan tafwidh dan ridho. Jadi tidak cukup hanya melihat tulisan buku-buku lalu mengingkari bahkan mungkin mudah timbul prasangka jelek terhadap ahli thariqat.

wallahu alam...
 Posted by Panglima
Pangeran Cakrabuana

Sunday, 1 May 2016

PERSAUDARAAN ILMU TENAGA DALAM SHEIKH SYARIF HIDAYATULLAH



ILMU GERAK JIWA ILHAM ISLAM / ILMU PEMANTAPAN TENAGA DALAM

Apa Itu Ilmu Tenaga Dalam?

Ilmu Tenaga Dalam adalah ilmu yang berdasarkan latihan pada beberapa fakulti manusia seperti latihan nafas dan kuasa minda. Ilmu Tenaga Dalam yang diajarkan oleh Islam, ialah dengan memasukkan beberapa kalimah zikir pada setiap pergerakan ketika melakukan pernafasan dan meditasi. Ilmu ini adalah warisan para Waliyullah dan Ulama Silam dari Nusantara Melayu dan Timur Tengah.

Apa Yang Bakal Diperolehi Dengan Ilmu Tenaga Dalam?

>Bersilat dengan kemas cantik dan sempurna dalam
   keadaan yang sedar dan waras.
>Memukul musuh dari jarak jauh
>Mengunci pergerakan musuh
>Menepis gangguan makhluk halus dan sihir
>Tahan tetakan senjata tajam
>Mematikan sihir musuh jarak jauh.
>Merawat diri sendiri, keluarga & orang lain.
>Membentuk perisai tubuh agar tidak dilukai senjata tajam.

MAJLIS PENGIJAZAHAN ILMU TENAGA DALAM:-

TARIKH : 28 MAY 2016 (SABTU)
MASA    : 2:00 PM – 6:00 PM
TEMPAT: LEE’S GYM & FITNESS, TANAH MERAH

*****Hanya Dikenakan Yuran Pendaftaran RM 35 Sekali Seumur Hidup Serta Terbuka Kepada Lelaki Dan Perempuan Tidak Kira Peringkat Umur*****

"ILMU KAMI TIDAK MENGGUNAKAN TANGKAL, JIN ATAU LAIN - LAIN BENDA TAHYUL DAN KHURAFAT. KAMI MENGGUNAKAN ILMU TAUHID DAN TAWAKKAL KEPADA ALLAH S.W.T. BERUSAHA MENYELAMATKAN DIRI DENGAN ILMU WARISAN PENDEKAR MELAYU JIKA DICEROBOH ATAU DISERANG. "

SEBARANG PERTANYAAN HUBUNGI:-
Panglima Pangeran Cakrabuana Firdaus – 0133799686

PENDAFTARAN:-

Hairul Hakimi – 0148294406



Posted by Panglima Pangerana Cakrabuana

Tuesday, 26 April 2016

RAHSIA AL-QURAN : ILMU MELIPAT BUMI



Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan ni’mat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”. (Surah An-Naml {27}: Ayat 40)

 TAFSIR JALALYN

(Seorang yang mempunyai ilmu dari Al kitab) yang diturunkan (berkata,) ia bernama Ashif ibnu Barkhiya; dia terkenal sangat jujur dan mengetahui tentang asma Allah Yang Teragung, yaitu suatu asma apabila dipanjatkan doa niscaya doa itu dikabulkan ("Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip") jika kamu tujukan pandanganmu itu kepada sesuatu. Maka Ashif berkata kepadanya, "Coba lihat langit itu", maka Nabi Sulaiman pun menujukan pandangannya ke langit, setelah itu ia mengembalikan pandangannya ke arah semula sebagaimana biasanya, tiba-tiba ia menjumpai singgasana ratu Balqis itu telah ada di hadapannya. Ketika Nabi Sulaiman mengarahkan pandangannya ke langit, pada saat itulah Ashif berdoa dengan mengucapkan Ismul A'zham, seraya meminta kepada Allah supaya Dia mendatangkan singgasana tersebut, maka dikabulkan permintaan Ashif itu oleh Allah. Sehingga dengan seketika singgasana itu telah berada di hadapannya. Ibaratnya Allah meletakkan singgasana itu di bawah bumi, lalu dimunculkan-Nya di bawah singgasana Nabi Sulaiman. (Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak) telah berada (di hadapannya, ia pun berkata, "Ini) yakni didatangkannya singgasana itu untukku (termasuk karunia Rabbku untuk mencoba aku) untuk menguji diriku (apakah aku bersyukur) mensyukuri nikmat, lafal ayat ini dapat dibaca Tahqiq dan Tas-hil (atau mengingkari) nikmat-Nya. (Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk kebaikan dirinya) artinya pahalanya itu untuk dirinya sendiri (dan barang siapa yang ingkar) akan nikmat-Nya (maka sesungguhnya Rabbku Maha Kaya) tidak membutuhkan kesyukurannya (lagi Maha Mulia") yakni tetap memberikan kemurahan kepada orang-orang yang mengingkari nikmat-Nya.

TAFSIR QURAISH SHIHAB

Seorang manusia yang diberi kekuatan spiritual dan ilmu dari kitab berkata, "Aku akan mendatangkan singgasana itu lebih cepat lagi: sebelum Paduka mengedipkan mata." Benar, orang itu langsung melakukan apa yang dikatakannya. Ketika Sulaymân menyaksikan istana megah berdiri tegak di hadapannya, ia berkata, "Ini, sungguh, sebagian nikmat Allah yang telah menciptakanku, memberikan pertolongan kepadaku dengan karunia-Nya, untuk mengujiku apakah aku mau mensyukuri nikmat-nikmat itu atau tidak. Barangsiapa bersyukur kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah terlepas dari beban kewajiban. Dan barangsiapa tidak mau mensyukuri nikmat, maka sesungguhnya Tuhan tidak membutuhkan syukur. Tuhanku Maha Pemurah dengan nikmat-nikmat-Nya."

DISKUSI

Kitab di sini maksudnya kitab yang diturunkan sebelum Nabi Sulaiman Aalaihis Salam, yaitu Taurat dan Zabur. Orang yang disebutkan itu bernama Ashaf bin Barkhiya juru tulis Nabi Sulaiman, seorang yang shiddiq (yang sangat membenarkan) yang mengetahui Ismul Aazham (nama Allah yang agung) yang jika berdoa dengannya, maka akan dikabulkan, dan jika meminta dengannya, maka akan dipenuhi.

Ada yang berpendapat, bahwa maksudnya, Lihatlah ke atas, jika penglihatanmu sudah terasa lelah (dan engkau mengedipkan matamu), maka singgasana itu akan hadir di depanmu. Menurut Wahab bin Munabbih, Tetaplah melihat, maka setelah lama melihat, singgasana itu akan berada di hadapanmu. Lalu dia (Ashaf) bangkit kemudian berwudhu serta berdoa kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala. Mujahid berkata, Dia mengucapkan (dalam doanya), Yaa Dzal Jalaali wal ikram.
Beliau memuji Allah atas pemberian-Nya dan kemudahan dari-Nya.

Beliau 'alaihis salam tidak tertipu oleh kerajaannya dan kekuasaannya seperti halnya kebiasaan raja-raja yang jahil (bodoh). Bahkan Beliau mengetahui, bahwa hal itu adalah ujian dari Tuhannya, dan Beliau khawatir jika sampai tidak bersyukur atas nikmat itu. Selanjutnya Beliau menerangkan, bahwa manfaat syukur itu kembalinya kepada manusia, tidak kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala.
Yakni, tidak berterima kasih atas nikmat itu. Tidak butuh syukur hamba-Nya.

Kebaikan-Nya merata baik kepada orang yang bersyukur maupun orang yang kufur, hanya saja mensyukuri nikmat-Nya menjadikannya bertambah, sedangkan mengkufuri nikmat-Nya menjadikannya hilang.


Posted by Panglima Pangeran Cakrabuana

Sunday, 3 April 2016

Pantun Mengenal Diri Panglima Pangeran Cakrabuana


Pantun: Nafsu Nafsiah Makna Maknawiah by Panglima Pangeran Cakrabuana



HAMBA DATANG DARI KEDIRI,
HAMBA BERDIRI TIADA KUDRAT,
INGIN BERTANYA SIAPA DIRI,
SEBAB DIRI TIADA IRADAT.

PENDEKAR TARUNG KERANA NAFSU,
ANDAI TAHU NAFSU NAFSIAH,
MENANG KALAH BELUM LAH TENTU,
KERNA DISITU MAKNA MAKNAWIAH.


DATANG KIRI CEDOK BAWAH,
KENTAL BERTAHAN DATANG MENERKAM,
TAK KU HIRAU WALAU DI SAWAH,
SALAH DATANG PASTIKU TIKAM.


Posted by Panglima Pangeran Cakrabuana


Thursday, 31 March 2016

Sejarah Dan Aliran Kebatinan


Pada tanggal 19 dan 20 Agustus 1955 di Semarang telah diadakan kongres dari berpuluh-puluh budaya kebatinan yang ada di berbagai daerah di jawa dengan tujuan untuk mempersatukan semua organisasi yang ada pada waktu itu. Kongres berikutnya yang diadakan pada tanggal 7 Agustus tahun berikutnya di surakarta sebagai lanjutannya, dihadiri oleh lebih dari 2.000 peserta yang mewakili 100 organisasi. Pertemuan-pertemuan itu berhasil mendirikan suatu organisasi bernama Badan Kongres Kebatinan Indonesia (BKKI) (Badan 1956), yang kemudian juga menyelenggarakan dua kongres serta seminar mengenai masalah kebatinan dalam tahun 1959, 1961 dan 1962 (Pakan 1978:98)

Kebanyakan budaya kebatinan di Jawa awalnya merupakan budaya lokal saja dengan anggota yang terbatas jumlahnya, yakni tidak lebih dari 200 orang. budaya seperti itu secara resmi merupakan “aliran kecil”, seperti Penunggalan, Perukunan Kawula Manembah Gusti, Jiwa Ayu dan Pancasila Handayaningratan dari Surakarta; Ilmu Kebatinan Kasunyatan dari Yogyakarta; Ilmu Sejati dari Madiun; dan Trimurti Naluri Majapahit dari Mojokerto dan lain-lain.

Sebagian kecil dari budaya kebatinan ini biasanya mempunyai anggota tak lebih dari 200 orang namun ada yang beranggotakan lebih dari 1000 orang yang tersebar di berbagai kota di Jawa dan terorganisasi dalam cabang-cabang dan lima yang besar adalah Hardapusara dari Purworejo, Susila Budi Darma (SUBUD) yang asalnya berkembang di Semarang, Paguyuban Ngesti Tunggal (Pangestu) dari Surakarta, Paguyuban Sumarah dan Sapta dari Yogyakarta.

Hardapusara adalah yang tertua diantara kelima gerakan yang terbesar itu, yang dalam tahun 1895 didirikan oleh Kyai Kusumawicitra, seorang petani desa kemanukan dekat Purworejo. Ia konon menadatkan ilmu dari menerima wangsit dan ajaran-ajarannya semula disebut kawruh kasunyatan gaib. Para pengikutnya mula-mula adalah seorang priyayi dari Purworejo dan beberapa kota lain di daerah bagelan. Organisasi ini dahulu pernah berkembang dan mempunyai cabang-cabangnya di berbagai kota di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan juga Jakarta. Jumlah anggotanya konon sudah mencapai beberapa ribu orang. Ajaran-ajarannya termaktub dalam dua buah buku yang para pengikutnya sudah hampir dianggap keramat, yaitu Buku Kawula Gusti dan Wigati.

Susila budi (SUBUD) didirikan pada tahun 1925 di Semarang, pusatnya sekarang berada di Jakarta. Budaya ini tidak mau disebut budaya kebatinan, melainkan menamakan dirinya “Pusat Latihan Kejiwaan”. Anggota-anggotanya yang berjumlah beberapa ribu itu tersebar di berbagai kota diseluruh indonesia dan mempunyai sebanyak 87 cabang di luar negeri. Banyak dari para pengikutnya adalah orang Asia, Eropah, Australia dan Amerika. Doktrin ajaran organisasi itu dimuat dalam buku berjudul Susila Budhi Dharma, pada masa yang sama gerakan ini juga menerbitkan majalah berkala berjudul Pewarta Kejiwaan Subud.

Pagguyuban Ngesti Tunggal, atau lebih terkenal dengan nama Pangestu adalah sebuah budaya kebatinan lain yang luas jangkauannya. Gerakan ini didirikan oleh Soenarto, yang di antara tahun 1932 dan 1933 menerima wangsit yang oleh kedua orang pengikutnya dicatat dan kemudian diterbitkan menjadi buku Sasangka Djati.

Pangestu didirikan di Surakarta pada bulan Mei 1949, dan anggota-anggotanya yang kini sudah berjumlah 50,000 orang tersebar di banyak kota di Jawa, terutama berasal dari kalangan Priyayi. Namun anggota yang berasal dari daerah Pedesaan juga banyak yaitu yang tinggal di pemukiman Transmigrasi di Sumatera dan Kalimantan. Majalah yang dikeluarkan organisasi itu Dwijawara merupakan tali pengikat bagi para anggotanya yang tersebar itu.

Paguyuban Sumarah juga merupakan organisasi besar yang dimulai sebagai suatu gerakan kecil, dengan pemimpinnya bernama R. Ng. Sukirno Hartono dari Yogyakarta. Ia mengaku menerima wahyu pada tahun 1935. Pada akhir tahun 1940an gerakan itu mulai mundur, namun berkembang kembali tahun 1950 di Yogyakarta. Jumlah anggotanya kini sudah mencapai 115,000 orang baik yang berasal dari golongan Priyayi maupun dari kelas-kelas masyarakat lain.

Sapta Darma adalah yang termuda dari kelima gerakan kebatinan yang terbesar di Jawa yang didirikan tahun 1955 oleh guru agama bernama Hardjosaputro yang kemudian mengganti namanya menjadi Panuntun Sri Gutomo. Beliau berasal dari desa Keplakan dekat Pare. Berbeza dengan keempat organisasi yang lain, Sapta Darma beranggotakan orang-orang dari daerah Pedesaan dan orang-orang pekerja kasar yang tinggal di kota-kota. Walaupun demikian para pemimpinnya hampir semua Priyayi. Buku yang berisi ajarannya adalah Kitab Pewarah Sapta Darma.

Walaupun budaya kebatinan ada di seluruh daerah di Jawa, namun Surakarta sebagai pusat kebudayaan Jawa agaknya masih merupakan tempat dimana terdapat paling banyak organisasi kebatinan yang terpenting. Dalam tahun 1970 terdapat 13 organisasi kebatinan di sana, lima diantaranya dengan anggota sebanyak antara 30-70 orang, tetapi ada satu yang anggotanya sekitar 500 orang dalam tahun 1970. Sepuluh lainnya adalah organisasi-organisasi yang besar, yang berpusat dikota-kota lain seperti Jakarta, Yogyakarta, Madiun, Kediri dan sebagainya.

S.De Jong yang mempelajari budaya kebatinan Jawa di Jawa Tengah, melaporkan bahawa dalam propinsi Jawa Tengah saja tercatat sebanyak 286 organisasi kebatinan dalam tahun 1870, dengan kemungkinan bahwa masih ada organisasi-organisasi kecil lainnya yang tidak berdaftar di sana.


Pengikut-pengikut terkemuka dari budaya kebatinan, yang diantaranya ada yang berlatar belakang pendidikan psikologi, biasanya menjelaskan bahwa timbulnya berbagai budaya itu disebabkan kerana sebagian besar orang Jawa perlu mencari hakikat alam semesta, intisari kehidupan dan hakikat Tuhan. Ahli sosiolagi Selosoemardjan berpendirian bahwa orang jawa pada umumnya cenderung untuk mencari keselarasan dengan lingkungan dan hati nuraninya, yang sering dilakukannya dengan cara-cara metafizik.


Posted by Panglima Pangeran Cakrabuana